Jalin Keakraban, Mahasiswa CSR Adakan Bukber

Meriah. Itulah suasana yang tergambar di lantai 6 Gedung Empire Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) saat penyelenggaraan buka bersama (bukber) antara mahasiswa KKN Campus Social Responsibility (CSR), adek damping (asuh), perwakilan dinas sosial kota Surabaya, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), serta alumni  mahasiswa. Acara yang dimotori mahasiswa CSR 2018 Universitas Muhammadiyah  tersebut  diikuti kurang lebih 150 perserta. Bekerjasama dengan YDSF, panitia dari mahasiswa CSR 2018 juga menghadirkan mantan pemimpin redaksi Jawa Pos dan penulis buku, Misbahul Huda untuk memberikan tausiyah serta motivasi kepada peserta khususnya para adek asuh mahasiswa KKN CSR.

KKN CSR merupakan salah satu bentuk KKN diselenggarakan oleh LPPM Universitas Muhammadiyah Surabaya, yang dalam pelaksanaannya bekerjasama dengan Dinas Sosial Kota Surabaya. Mahasiswa yang mengikuti program KKN CSR bertugas melakukan pendampingan pendidikan bagi anak-anak yang rentan dan putus sekolah di kota Surabaya. Tidak hanya bertanggung jawab pada pendampingan belajar dan pemberian motivasi, mahasiswa CSR juga bertanggung jawab pada keberlangsungan pendidikan bagi para adek dampingnya. Maka, dalam pelaksanaan KKN CSR yang berlangsung dalam waktu kurang lebih satu tahun ini, banyak program yang dilakukan dengan muara tujuan bagaimana pendidikan para adek damping ini bisa terus berlanjut dan bergerak ke arah yang positif.

Ketua panitia acara buka bersama, Setyorini_mahasiswa fakultas psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya mengatakan bahwa program campus social responsibility (CSR) makin membuka wawasan mahasiswa tentang permasalahan sosial di masyarakat. Hal ini makin menantang mahasiswa untuk ikut menjadi bagian dari solusi permasalahan pendidikan yang ada di Surabaya.

Dr. Sujinah, M.Pd., kepala LPMM Universitas Muhammadiyah Surabaya mengatakan KKN CSR merupakan salah satu bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada pemerintah dan masyarakat. Pengentasan berbagai permasalahan sosial di masyarakat tentu akan sangat berat apabila hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, maka sudah sewajarnya perguruan tinggi ikut berperan serta memberi solusi.

Senada dengan kepala LPPM Universitas Muhammadiyah Surabaya, Teguh Rachmanto, penanggung jawab CSR Dinas Sosial Kota Surabaya mengatakan bahwa program CSR yang dilakukan oleh pemerintah kota Surabaya tidak lepas dari semangat yang besar walikota Surabaya untuk menyelamatkan masa depan anak-anak di Surabaya. “ Anak-anak yang tidak berpendidikan dan hidup dalam lingkungan yang tidak kondusif untuk tumbuh dan berkembang, akan sangat berpeluang menjadi orang-orang yang bisa menjadi masalah bagi masyarakat. Maka pendidikan adalah solusi terbaik untuk meningkatkan harkat dan martabat mereka agar memiliki masa depan dan karakter manusia yang baik “ tutur Teguh Rachmanto.

Acara buka bersama makin terasa bermakna ketika mantan pemimpin redaksi Jawa Pos dan penulis beberapa buku best seller, Misbahul Huda memberikan tausiyah dan motivasi kepada para peserta. Menurut penulis buku Wong Ndeso Itu Militan tersebut, kemiskinan atau keterbatasan jangan dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Sebaliknya segala keterbatasan yang kita miliki harus dijadikan penyemangat untuk terus maju dan pantang menyerah meraih cita-cita. “ Orang yang terbiasa untuk mandiri dan ditempa kerasnya hidup,  merekalah yang akan menjadi pemenang apabila mau terus belajar dan memperjuangkan cita-citanya, “ kata mantan pemred Jawa Pos tersebut dengan penuh semangat.

Semarak acara buka bersama tersebut ditutup dengan pemberian bantuan paket perlengkapan sekolah untuk anak-anak dhuafa yang menjadi adek damping (asuh) mahasiswa CSR Universitas Muhammadiyah Surabaya.