Dokumentasikan Hasil KKN, LPPM UMSurabaya Adakan Pendampingan Penulisan Buku Pengabdian

Sebagai upaya mendokumentasikan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) mengadakan  Pendampingan Penulisan Buku Hasil Pengabdian (KKN), Sabtu (10/10). Acara yang di ikuti oleh sekitar 52 dosen pendamping lapangan (DPL) tersebut dibuka oleh wakil rektor 1 UMSurabaya, DR. Aziz Alimul Hidayat, S.Kep.,Ners.M.Kes. Dalam sambutan pembuka, Warek 1 menyampaikan pentingnya dosen di lingkungan perguruan tinggi untuk memiliki hasil karya berupa buku. Hal ini tidak saja penting sebagai upaya meningkatkan kompetensi dosen, namun hal ini juga akan mampu mendongkrak nilai akreditasi perguruan tinggi. Melalui pembuatan buku, diharapkan masyarakat makin banyak yang mengetahui apa saja kegiatan pengabdian yang telah dilakukan oleh civitas Universitas Muhammadiyah Surabaya di tengah masyarakat.

            Acara yang berlangsung secara virtual lewat link zoom, menghadirkan narasumber Rochmat Aldi Purnomo, M.Si. dosen dan peneliti dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Dalam meterinya, dosen muda yang telah mengahasilkan puluhan buku ini mengatakan bahwa dalam paradigma pengabdian kepada masyarakat saat ini, ada beberapa elemen yang perlu diperhatikan oleh perguruan tinggi, tiga diantaranya adalah menempatkan masyarakat sebagai mitra pembangunan, sinergi antar program dan adanya insentif publikasi dan penerbitan.

            Dalam acara yang dipandu langsung oleh kepala LPPM Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dr. Sujinah, M.Pd. tersebut, narasumber menyampaikan bahwa stimulasi insentif dan publikasi adalah hal yang jamak dilakukan di semua perguruan tinggi. Hal ini sebagai upaya memberikan motivasi , sekaligus mengapresiasi kinerja dosen dalam menyusun buku.

Selain mengupas tentang kinerja pengabdian masyarakat, dosen muda yang tengah menyelesaikan studi doktoral nya di UNS ini memberikan banyak panduan dalam penulisan buku hasil pengabdian. Beberapa hal yang disampaikan adalah pentingnya dalam menyusun buku, penulis menyesuaikan dengan gaya penulisan penerbit. Hal ini untuk menghindari revisi yang berlebih atau penolakan dari penerbit. Selain itu penulis harus mampu menentukan topik yang spesifik dan menarik, yang terkait dengan program unggulan KKN, sehingga apa yang dituliskan bisa lebih detail dan fokus. Narasumber juga menekankan agar dalam penulisan buku runtut serta terarah, maka penting  bagi penulis untuk membuat outline penulisan_yang terdiri dari judul yang menarik, sub bab yang saling terkait, bernas, jelas, kronologis dan logis.

            Untuk memperkuat data dalam buku, maka penting sekali menurut Rochmat Aldy untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber dengan berbagai metode pengumpulan data, misalnya dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan penting yang dimiliki penulis. Selain kelengkapan data, penting juga bagi dosen sebagai penulis buku untuk menguasai tata bahasa penulisan yang menarik dan mudah dipahami pembaca. Di tahap akhir penulisan buku, dosen diharapkan tidak lupa melakukan penulisan kutipan, daftar pustaka serta melakukan similarity check.

            Melalui kegiatan pendampingan penyusunan buku hasil pengabdian, LPPM mentargetkan kurang lebih 50 karya buku dapat dihasilkan oleh dosen pendamping lapangan (DPL) KKN. Berbagai buku tersebut, diharapkan mampu memperkaya dokumentasi bidang kerja pengabdian masyarakat kepada masyarakat. Semoga. (apr)