Menjadi suatu yang langka dan mulia jika ada mahasiswa yang fokus melibatkan diri dalam kegiatan sosial dalam kesehariannya. Namun tidak bagi hana pertiwi mahasiswi universitas Muhammmadiyah Surabaya ini mendapatkan penghargaan dari pemkot sebagai juara 3 peserta terbaik untuk mahasiswa beprestasi.  Selama ini ini dalam aktivitas sosialnya ia didukung oleh universitas muhammadiyah Surabaya. Selain itu UMSurabaya yang mempunyai jargon “ kampus sejuta inovasi” ini juga terpilih sebagai kampus terbaik oleh Pemkot dalam program “ CSR (Campus Social Responsiblity).

Komitmen UMSurabaya untuk kepedulian sosial tidak berhenti disitu. Pada kuliah umum dan sekaligus melaunching program yang dihadiri oleh Walikota Surabaya siang ini, kampus yang dalam hal ini Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Msyarakat juga telah melaunching program Gardening (Garden and Learning). Dimana program ini merupakan wujud kepedulian kampus terhadap anak-anak miskin kota atau kaum mustadlafin, dengan memanfaatkan taman-taman yang ada di kota pahlawan, kampus memberikan dampingan pembelajaran terhadap anak-anak miskin kota. Selain itu metode yang digunakan juga disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan anak, sehingga tidak membosankan seperti dikelas. Adapun di antaranya “ etnogardenning, ecoliterasi, spiritual garden serta meteor garden”. Tentu pendekatan pembelajaran ini memang cukup unik dan tidak seperti biasanya.  Pada pelaksanaannya tim UMSurabaya mengajak mahasiswa ke taman untuk belajar dan bermain.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, berkesempatan hadir dalam acara yang dilaksanakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LPPM) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), pada hari Kamis (22/12). Tri Rismaharini, memberikan Kuliah Umum di hadapan ratusan mahasiswa, Pimpinan Dekanat dan Rektor UMSurabaya. Acara dengan tema “Taman Kota Sebagai Media Edukasi Masyarakat”, Risma Menyampaikan bahwa “Kita bisa maju, siapapun kita dan dari manapun kita pasti akan berhasil. Tidak ada yang tidak mungkin, Surabaya saat ini menjadi Kota yang cantik dan diakui oleh dunia. Karena Surabaya cantik, maka banyak semut yang datang. Mereka menginginkan gula. Tetapi, sayangnya semut yang datang dari luar, mereka ingin mengambil gula. Semua taman di Surabaya telah difasilitasi wifi. Suasana taman yang indah dan bersih, mendukung warga dalam menjadikan taman sebagai tempat belajar. Mari, kita sadar, bahwa tidak akan ada gunanya Surabaya yang sudah saya bangun, namun yang menikmati orang lain. Sekarang saya berdoa agar mahasiswa-mahasiswa sadar dan bangkit. Jangan sampai Kota kita terjajah.” Lanjut Risma.

            Sedangkan Rektor UMSurabaya Dr.dr. Sukadiono, MM dalam hal ini memberikan apresiasi dan menyatakan bangga terhadap mahasiswanya. Selain itu sebagai kepedulian maka program Gardening ini akan menjadi wujud dari kepedulian kampus terhadap anak-anak mustadlafin. “ Pertama saya apresiasi terhadap tim UMSurabaya membawa kampus ini mendapatkan prestasi sebagai kampus terbaik dalam program CSR (Campus Sosial Resnponsiblitiy) Pemkot Surabaya. Selain itu telah lama kampus ini merancang bentuk kepedulian terhadap masyarakat, yang hari ini kami luncurkan dalam bentuk Gardenning (Garden and Learning).  Dengan adanya program ini, kami berharap bisa mengurangi kesenjangan pendidikan di kota pahlawan. Taman-taman akan menjadi tempat belajar dan bermain bagi mereka bersama tim UMSurabaya”. Ungkapnya

Sedangkan Dede Nasrullah selaku kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang mebawahi CSR UMSurabaya menyatakan siap untuk selalu mensupport program ini kedepannya. Menurutnya program ini bentuk pengabdian yang memiliki bentuk berbeda dari pengabdian biasanya “ GArdenning ini juga bagian dari pengabdian yang kami bentuk selain KKN yang biasanya kami laksanakan setiap tahun. Perbedaannya Gardenning ini lebih inovatif karena menggunakan taman kota dan menjadikan anak-anak miskin kota sebagai sasaran. Tentu kedepannya program ini akan kami selalu dukung” .Imbuhnya.